Just another WordPress.com site

Masih ingatkah kita waktu sekolah dulu baik di SMP atau SMA tentang sosok guru BP(Bimbingan Penyuluhan) atau guru BK(Bimbingan Konseling) pada saat sekarang tentu banyak beragam pendapat. Tapi kalau mendengar BP rasanya gimana gitu.
Banyak siswa yang enggan datang ke ruang Bimbingan Konseling, ini dikarenakan bukan guru pembimbinganya kurang pengetahuan tapi kesan guru itu sendiri kurang ramah, gaya bicaranya kurang menyejukan hati, nada bicaranya keras dan terkesan selalu menyalahkan siswa.Sehingga siswa merasa takut manakala sampai diruang bimbingan konseling.Keluar dari ruang bimbingan konseling malah mendapat beban yang lebih berat karena masalah yang ada semakin menumpuk bukan semakin ringan karena tidak menemukan jalan keluar untuk memecahkan masalah Read the rest of this entry »

Tulisan ini sedianya diposting di blogku yang satu lagi, yang di telkom.us.  Tapi berhubung ada warning dari admin bahwa keberadaan site itu akan dievaluasi lagi, jadi kusimpan di sini dulu sementara sampai ada kejelasan lebih lanjut. Read the rest of this entry »

Pengertian Bimbingan Kelompok

Menurut Prayino (1995: 61) bimbingan kelompok diartikan sebagai upaya untuk membimbing kelompok-kelompok siswa agar kelompok itu menjadi besar, kuat, dan mandiri.

Sedangkan Sukardi (2002: 48) menjelaskan bahwa: Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh bahan dari nara sumber tertentu (terutama guru pembimbing atau konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupan sehari-hari baik individu sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat serta untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Read the rest of this entry »

 

Pengertian Bimbingan Kelompok. Alhmdulillah saya dapat menyempatkan diri untuk menulis lagi setelah beberapa kesibukan kuliah saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Pengertian Bibingan Kelmpok yang selanjutnya akan saya bahas lagi agar kajian tentang bimbingan kelompok komplit, yaitu tentang Bentuk-bentuk, Manfaat serta Tahapan dalam Bimbingan Kelompok.

Bimbingan kelompok merupakan salah satu bentuk layanan yang diberikan disekolah yang merupakan bagian dari Pola 17 Plus Bimbingan Konseling. Langsung saja, Read the rest of this entry »

Bimbingan dan konseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok individu. Dengan satu kali kegiatan, layanan kelompok itu memberikan manfaat atau jasa kepada sejumlah orang. Read the rest of this entry »
(Jatinangor, 18 Juni 2011)  Pusat bimbingan dan konseling Praja IPDN mengadakan  kegiatan Pelatihan Peer Group Counseling bagi 125 Pengurus Wahana Wyata Praja IPDN Kampus Jatinangor pada hari Sabtu  tanggal 18 Juni  2011 bertempat di aula Gedung MAPD Kampus Jatinangor.  Acara dibuka oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Konseling Praja IPDN Ibu Deti Mulyati SH, MH, CN dan dihadiri didampingi oleh Nara sumber Ibu Dra Yuli Suliswidiawati, M Psi dari Biro Konsultasi Psikologi WESTARIA Bandung. Read the rest of this entry »

Tugas–Tugas Perkembangan Individu

Posted by:

Tugas–Tugas Perkembangan Individu

Salah satu prinsip perkembangan bahwa setiap individu akan mengalami fase perkembangan tertentu, yang merentang sepanjang hidupnya. Pada setiap fase perkembangan ditandai dengan adanya sejumlah tugas-tugas perkembangan tertentu yang seyogyanya dapat dituntaskan.

Tugas–tugas perkembangan ini berkenaan dengan sikap, perilaku dan keterampilan yang seyogyanya dikuasai sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Havighurst (Abin Syamsuddin Makmun, 2009) memberikan pengertian tugas-tugas perkembangan bahwa: “A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task”..

Tugas perkembangan individu bersumber pada faktor–faktor:  (1) kematangan fisik;  (2) tuntutan masyarakat secara kultural; (3) tuntutan dan dorongan dan cita-cita individu itu sendiri; dan  (4) norma-norma agama.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dikemukakan rincian tugas perkembangan dari setiap fase menurut  Havighurst.

1. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-Kanak Awal (0,0–6.0)

  • Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.
  • Belajar memakan makan padat.
  • Belajar berbicara.
  • Belajar buang air kecil dan buang air besar.
  • Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
  • Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
  • Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
  • Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.
  • Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

2. Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir dan Anak Sekolah (6,0-12.0)

  • Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
  • Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.
  • Belajar bergaul dengan teman sebaya.
  • Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
  • Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
  • Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
  • Mengembangkan kata hati.
  • Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
  • Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.

3. Tugas Perkembangan Masa Remaja (12.0-21.0)

  • Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
  • Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.
  • Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
  • Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
  • Memilih dan mempersiapkan karier.
  • Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
  • Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.
  • Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.
  • Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.

4. Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal

  • Memilih pasangan.
  • Belajar hidup dengan pasangan.
  • Memulai hidup dengan pasangan.
  • Memelihara anak.
  • Mengelola rumah tangga.
  • Memulai bekerja.
  • Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
  • Menemukan suatu kelompok yang serasi.

Sementara itu, Depdiknas (2003) memberikan rincian tentang tugas perkembangan masa remaja untuk usia tingkat SLTP dan SMTA, yang dijadikan sebagai rujukan Standar Kompetensi Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah,  yaitu :

1. Tugas Perkembangan Tingkat SLTP

  • Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis  terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
  • Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya  dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
  • Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
  • Mengenal kemampuan bakat, dan minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi seni.
  • Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau  mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat.
  • Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi.
  • Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia.

2. Tugas Perkembangan Peserta didik SLTA

  • Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya    sebagai pria dan wanita.
  • Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat
  • Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan program kurikulum, persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
  • Mencapai kematangan dalam pilihan karir
  • Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
  • Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang berkehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni.
  • Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.